Pesawat Bermotor

 

Skk pesawat bermotor merupakan salah satu jenis olahraga dirgantara yang di perlombakan dalam PON. Pesawat bermotor ini merupakan jenis pesawat model yang terdiri dari bersayap tetap (fixed wing) dan sayap putar (rotary wing). Kedua-duanya ada yang berfungsi sebagai sport (one flying trainner dan competisi/prestasi).
Dengan memiliki 3 SKK masing-masing untuk Penggalang, Penegak, dan Pandega. Untuk Penggalang SKK nya bersifat pengenalan umum saja, sedang untuk Penegak sudah mengarah pada “Ground scholl” dasar dan untuk Pandega sudah “Ground scholl” bisa mengikuti pendidikan terbang yang mengarah pada PPL (Private Pilot License) yang nantinya bisa dikembangkan ke arah CPL (Cormmercial Pilot Lincense) dan seterusnya.

SKK PESAWAT TAK BERMOTOR

Skk pesawat tak bermotor juga merupakan pesawat model yang terdiri dari jenis sport (fun) dan kompetisi/prestasi.
Skk pesawat tak bermotor juga merupakan pesawat model yang terdiri dari jenis sport (fun) dan kompetisi/prestasi.
Dengan memiliki 3 SKK masing-masing untuk Penggalang, Penegak dan Pandega. Tingkat Penggalang masih bersifat pengenalan umum pesawat tak bermotor. Untuk penegak mengarah pada”ground scholl ” dasar, sedangkan untuk Penegak sedang mengarah pada “ground scholl” untuk siap terbang yang nantinya dilanjutkan pendidikan penerbang sebagai penerbang untuk pesawat layang dan sejenisnya.

SKK PESAWAT MODEL

Aeromodelling adalah salah satu kegiatan yang menggunakan sarana pesawat terbang miniatur (model) untuk tujuan rekreasi, edukasi, dan olahraga. Aeromodelling ini merupakan olahraga dirgantara yang terkait dengan perancangan, perencanaan, dan penerbangan pesawat model.

SKK TERJUN PAYUNG

Terjun payung merupakan salah satu dari olahraga dirgantara, terjun payung di perkenalkan di indonesi pertama kalinya pada tahun 1962 oleh MLADEN MILICEVIC (MIKA) seorang berkebangsaan Yugoslavia, yang pada waktu itu di perbantukan di sekolah para komando TNI AD di batu jajar. Perkumpulan terjun payung pertama adalah AVES didirikan di bandung oleh mahasiswa ITB (Institut Tekhnologi Bandung) bersama seorang wartawan yang bernama Trisno Yuwono pada tanggal 29 Juli 1969, dan sejak itu olahraga terjun payung terus berkembang di seluruh tanah air. Pada tanggal 17 Januari 1972 klub-klun terjun payung yang terdapat di indonesia sebanyak 62 klub dan bergabung dalam induk organisasi FASI.

SKK LAYANG GANTUNG

Cabang olahraga dirgantara ini masih banyak belum di ketahui orabg indonesia, karena olahraga yang juga menggunakan parasut ini baru berkembang di indonesia pada awal dekade 70-an. Kendala yang dihadapi lebih pada persoalan image dan citra bahwa olahraga ini merupakan olahraga yang mahal dengan resiko kecelakaan yang tinggi. Olahraga layang gantung ini sering di sebit dengan gantole.

MemiIiki 3 SKK masing-masing Siaga yang diarahkan untuk mengenal diri dan lingkungan dan untuk penggalang yang diarahkan untuk mengenal alam dan lingkungan masyarakatnya. Untuk Penegak diarahkan pada kemampuan membantu dalam SAR dan penanggulangan bencana, sedangkan untuk Pandega di arahkan untuk mampu mencari dan menolong yang pada akhirnya akan bisa membantu perencanaan dalam kegiatan SAR.

Sumber :
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 29 Tahun 1996 tentang
Penyempurnaan Syarat-syarat dan Gambar Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kedirgantaraan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *