LAPAN Mempersiapkan Roket Medium Militer dengan Jangkauan 400 Km

Dr Soewarto Hardhienata meninggalkan Pusat Pelatihan Tempur TNI di Baturaja, Sumatera Selatan, pada pukul 13.30 malam, 8 November 2010 dengan hati lega. Setengah jam sebelumnya, empat roket yang termasuk dalam proyek gabungan dari beberapa lembaga penting, termasuk Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di mana ia bekerja sebagai Wakil Kepala Teknologi Kedirgantaraan, berhasil diuji ulang. Semua roket mencapai 14 kilometer dan diameter 12,2 inci dapat diluncurkan dan mencapai target pada akhir pekan itu. Keberhasilan ini tidak hanya membuat proyek terlihat lebih cerah di depan anggota kabinet dalam daftar hadir, termasuk Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, tetapi juga menjadi tonggak penting. “Ini kali pertama diberi hulu ledak roket Lapan,” kata Soewarto. Sebelumnya, roket buatan Lapan cenderung hanya untuk tujuan penelitian. Tidak ada roket yang benar-benar digunakan. Setelah uji coba yang berhasil baru-baru ini, Kementerian Pertahanan juga mengumumkan akan menempatkan roket bernama Han R-122 di kapal tempur Indonesia dan ditargetkan pada 2014 harus diproduksi hingga 500 unit. Proyek pembuatan roket ini relatif cepat, hanya sekitar tiga tahun. “Ini karena proyek kolaboratif, sehingga cukup cepat,” kata Dr. Timbul Siahaan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sains dan Teknologi di Kementerian Pertahanan. Beberapa lembaga negara sudah memiliki teknologi. Lapan memiliki teknologi roket, Pindad memiliki pengalaman puluhan tahun dalam pembuatan hulu ledak dan PT Dirgantara Indonesia memiliki fasilitas dan pengalaman untuk membuat torpedo. Semuanya bergabung bersama. “Kalau dari awal (studi itu sendiri), tidak akan cukup waktu,” kata Timbul. Roket R-Han 122 yang berarti diameter 122 milimeter – roket pertahanan merupakan turunan dari roket LAPAN RX-120. Roket Lapan sedikit diperbesar dengan alasan sederhana. “Roket standar militer adalah roket-122,” kata Soewarto. Salah satu roket yang digunakan di Indonesia adalah roket yang diluncurkan dari RM-70 Grad, peluncur roket yang dibuat di Republik Ceko. Di dunia militer, roket dengan ukuran seperti ini mengacu pada roket artileri karena fungsinya persis seperti meriam: menyapu pasukan musuh. Di kelas berikutnya adalah roket jarak menengah dan antarbenua. Sejumlah negara di Asia tidak hanya Jepang, India, atau Cina, tetapi juga Iran dan Korea Utara-telah mampu memproduksi roket yang mencapai ratusan kilometer. Indonesia saat ini dalam tahap awal pembangunan dan targetnya pada tahun 2014 telah memproduksi roket jarak jauh yang tidak hanya dapat membawa bom ke benua lain, tetapi juga satelit ke luar angkasa (lihat “Empat Tahun Lagi”).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *